RKS merupakan rencana komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan segala sumber daya yang ada dan yang mungkin diperoleh guna mencapai tujuan di masa yang akan datang
Oleh karena itu RKS mesti memuat tentang : visi, misi, tujuan, tantangan nyata, sasaran pengembangan, identifikasi fungsi-fungsi penting dalam mencapai sasaran, analisis SWOT, identifikasi alternatif, rencana dan program sekolah.
Langkah -Langkah Menyusun RKS
1. Merumuskan Visi Sekolah.
Visi : Wawasan yg menjadi sumber arahan yang digunakan untuk memandu perumusan misi sekolah.
Contoh rumusan visi: " Menjadi Sekolah Dasar Unggul dalam Prestasi Berdasarkan IMTAQ "
Agar rumusan visi yang filosofis tersebut jelas, perlu dirumuskan indikator-indikatornya.
Contoh Rumusan Visi:
" MENJADI SEKOLAH DASAR UNGGUL DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMAN DAN
TAQWA "
Contoh rumusan indikator indikatornya
- Unggul dalam perolehan NEM
- Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya.
- Unggul dalam lomba karya ilmiah remaja
- Unggul dalam lomba kreativitas
- Unggul dalam lomba kesenian
- Unggul dalam lomba olah raga
- Unggul dalam kedisiplinan
Misi merupakan tindakan untuk mewujudkan/merealisasi visi. Bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan
yang dituangkan dalm visi sebagai indikatornya
Contoh rumusan misi:
- Melakukan pembelajaran dan bimbingan secara efektif.
- Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada warga sekolah.
- Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
- Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama.
- Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan stakeholders.
Tujuan merupakan “apa” yang akan dicapai/dihasilkan dan “kapan” akan dicapai oleh sekolah.
Jika visi mengarah ke jangka panjang, maka tujuan dikaitkan dengan rentang waktu jangka menengah dan
jangka pendek Berati, tujuan merupakan tahapan wujud sekolah menuju visi yang telah dicanangkan.
CONTOH TUJUAN :
- Pada tahun 2009, peningkatan skor rata-rata +0,5
- Pada tahun 2010, memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis tingkat kabupaten.
- Pada tahun 2011, memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada acara setingkat kota/kabupaten.
4. Menganalisis Tantangan Nyata
Tantangan nyata adalah gap antara antara tujuan yang ingin dicapai dengan kondisi sekolah saat ini.
Selisih antara tujuan yang diinginkan dengan kenyataan saat ini.
Dibuat rincian pada beberapa tahun (mis: 2004, 2005, 2006, dst)
Contoh:
Jika tujuannya berbunyi: Pada tahun 2009 memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis
Jika tujuannya berbunyi: Pada tahun 2009 memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis
tingkat kabupaten; sementara saat ini baru punya 1 tim cabang olah raga dan menjadi finalis di tingkat
kecamatan, maka tantangan nyatanya adalah: (1) 2 tim cabang olah raga, (2) 1 peringkat (dari kecamatan
ke kabupaten) untuk 1 cabang olah raga, dan (3) 2 peringkat untuk 2 cabang olah raga.
5. Menentukan Sasaran
Rumusan Sasaran menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai serta terukur.Mengacu kepada
visi, misi dan tujuan sekolah. Berupa tujuan jangka pendek atau tujuan situasional sekolah, umumnya 1
tahunan.Merupakan perioritas dari beberapa tujuan yang dirumuskan dalam jangka menengah.
Contoh :
Pada tahun ajaran 2009/2010, sekolah X: (1) memiliki tim olah raga bola voli yang menjadi finalis di
tingkat kabupaten/kota, (2) memiliki tim kesenian kulintang yang mampu tampil di tingkat kota/kabupaten.
6. Mengidentifikasi Fungsi-Fungsi
Fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran perlu diidentifikasi.
Fungs-fungsi tsb adalah fungsi PBM beserta fungsi-fungsi pendukungnya: kurikulum,perencanaan dan
evaluasi, fungsi ketenagaan, fungsi keuangan, fungsi pelayanan kesiswaan, fungsi pengembangan iklim
sekolah, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dan fungsi pengembangan fasilitas.
7. Melakukan Analisis SWOT
Analisis SWOT dimaksudkan untuk menganalisis kesiapan setiap fungsi dan faktor dari sisi kekuatan
internal (strength), kelemahan internal (wakness), peluang eksternal (opportunty) dan ancaman eksternal
(treat).
8. Mengidentifikasi Alternatif Pemecahan
Guna mengatasi kelemahan dan ancaman, perlu diidentifikasi alternatif pemecahan.
Contoh alternatif untuk kelemahan dan ancaman di atas:
- Pengaktifan bola voli sekolah.
- Peningkatan sarana prasarana olah raga bola voli.
- Peningkatan waktu latihan dan uji tandaing.
- Mendatangkan pelatih dari luar sekolah.
Berdasarkan alternatif pemecahan yang diidentifikasi tersebut, kemudian disusun program beserta rincian
& penanggungjawabnya.
Contoh :
Program : Peningkatan latihan dan uji tanding tim bola voli sekolah.
Rincian Program :
- Mengadakan latihan teratur 3 x seminggu.
- Mendatangkan pelatih berpengalaman dari luar.
- Mengadakan lomba antar tim di sekolah.
- Mengundang tim sekolah lain untuk uji tanding.
- Melakukan evaluasi kinerja setiap tim.
- Mengikuti turnamen bola voli tingkat kota/labupaten.
- Penanggungjawab: Maemunah, S.Pd (Guru OR).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar