Rabu, 25 September 2013

14 Prinsip Standar Proses KK 2013

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran pada yang digunakan kurikulum 2013 :

  1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu; 
  2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; 
  3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; 
  4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi; 
  5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; 
  6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; 
  7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; 
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); 
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; 
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); 
  11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; 
  12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. 
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan 
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik 

Kamis, 25 April 2013

Makalah Evaluasi Diri


Penilaian pada lomba guru, kepala sekolah berprestasi tahun 2013 mengacu pada pentunjuk seleksi guru, kepala sekolah tahun 2012. Sesuai petunjuk tersebut penilaian lomba teridir dari tes tertulis, presentasi dan wawancara serta penilaian protofolio. Agenda pelaksanaan penilaian sebagai berikut : 

  1. Tes Tertulis (1) Semua peserta diwajibkan mengikuti tes tertulis yang terdiri dari :(1) Tes Penguasaan Kompetensi Profesional Kepala Sekolah, dan (2) Tes Pemahaman Wawasan Kependidikan (PWK); dan (3) Kepribadian (Persepsional dari teman sejawat, guru, dan pengawas sekolah).  (2) Nilai tes tertulis memiliki bobot 35%. 
  2. Presentasi dan Wawancara (1) Menyusun esai/makalah/ deskripsi dirinya yang berisi evaluasi diri yang berjudul “Mengapa Saya Layak sebagai Kepala SD/SMP Berprestasi”. (2) Mempresentasikan dan melakukan tanya jawab secara pleno, dengan waktu presentasi untuk setiap peserta maksimal 10 menit, dan waktu tanya jawab 20 menit. Peserta menyiapkan tayangan berupa powerpoint (3) Nilai presentasi dan wawancara adalah nilai rerata dari seluruh anggota penilai dikalikan dengan bobot 35%. 
  3. Penilaian Portofolio (1) Menilai dokumen portofolio lima tahun terakhir yang terkait dengan kinerja kepala SD dan SMP, bio data, dan PKB/CPD. Dokumen portofolio dilampiri dengan program pengembangan sekolah satu tahun terakhir, dan rencana tindak lanjut hasil pengembangan sekolah, pengelolaan sekolah, supervisi kelas, pengembangan diri, dan karya tulis ilmiah dan karya inovatif lainnya, dan lain-lain. (2) Nilai portofolio berbobot 30%. Nilai total adalah perjumlahan dari nilai tes tertulis, nilai presentas,i dan nilai portofolio Peringkat nilai total digunakan untuk menentukan peringkat kepala SD dan SMP berprestasi tingkat kabupaten/kota. Berikut contoh makalah evaluasi diri "Mengapa Saya Layak sebagai KS Berprestasi " yang penulis susun. http://www.ziddu.com/download//.html

Kamis, 28 Maret 2013

Bicarakan Ide, Bukan Gosip


"Siapapun yang bergosip padamu, akan bergosip tentang dirimu"- Pepatah Spanyol Anda pasti pernah mendengar pepatah ini; bahwa orang-orang besar senang berbicara tentang ide-ide, sementara orang biasa-biasa suka berbicara tentang diri mereka sendiri dan orang-orang kecil suka berbicara tentang orang lain. Itulah gosip. Gosip membuat orang menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang bisa ditawarkan dalam gosip. Gosip hanya mengurangi kredibilitas orang membicarakan dan yang dibicarakan serta bisa menghancurkan orang yang mendengarkan. Berhenti menyebarkan gosip dan menjadi penerima gosip. Jika Anda menghentikan gosip yang diteruskan hanya sampai pada Anda, Anda akan memperbaiki kehidupan orang lain dan diri Anda lebih baik lagi. Lagipula, orang yang menceritakan gosip pada kita, biasanya akan menggosipkan kita juga. Orang yang memiliki integritas tidak suka mengumbar omongan tentang orang lain di belakangnya. Jika memiliki masalah dengan seseorang, ia lebih baik mendatangi orang tersebut dan membicarakan masalahnya, tidak pernah melalui orang ketiga.

Sabtu, 23 Maret 2013

Uji Coba UN 2013


Menjelang ujian nasional maupun ujian sekolah, biasanya sekolah mengadakan latihan-latihan ujian bagi para siswa peserta ujian. Tidak terkecuali satuan pendidikan SD/MI. Berikut kami mencoba menyusun soal-soal latihan ujian sebagai uji coba UN yang kami susun berdasarkan kisi-kisi UN SD/MI tahun 2013. Soal uji coba UN ini terdiri dari dari 3 paket untuk mata pelajaran yang di UN-kan. Selanjutnya dapat diunduh disini.

Bahasa Indonesia :

Matematika :

IPA :

Semoga bermanfaat.

Jumat, 22 Maret 2013

Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif



Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, sekolah/madrasah mempunyai kewajiban mengembangkan instrumen penilaian ujian. Pengembangan instrumen penilaian ahklak mulia aspek afektif untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan penilaian kepribadian untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sering menjadi persoalan di sekolah/madrasah.
Berikut penulis sampaikan contoh pengembangan instrumen penilaian afektif untuk mata pelajaran PAI dan PKn. Instrumen penilaian afektif yang penulis sampaikan merupakan pengembangan dari instrumen skala likert.
Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan "netral" tak tersedia.
Skala pilihan pernyataan yang digunakan dalam instrumen penilaian afektif ini adalah sering kali, jarang-jarang, kadang-kadang, dan tidak pernah. Sedang pedoman penilaiannya adalah sebagai berikut :
1.     Untuk pernyataan positif urutan skornya berdasarkan skala pilihan tersebut adalah 4,3,2,1
2.   Untuk pernyataan negatif urutan skornya berdasarkan skla pilihan tersebut dibalik menjadi 1,2,3,4
3.     Sedang nilai akhir ditentukan berdasarkan skor perolehan dibagi dengan skor maksimal.
Contoh instrumen penilaian afektif dapat diunduh di sini. 

Alat Penilaian Afektif PAI

Alat Penilaian Afektif PKn


Semoga bermanfaat.